MengASIhi Una

Sejak mengetahui ada seorang makhluk yang tumbuh dan berkembang dalam rahimku, sudah tertanam niat untuk memberikan ASI eksklusif untuknya kelak setelah ia lahir ke dunia.

Dengan tekad dan idealisme seorang (calon) ibu muda kala itu, tak pernah terbayangkan akan ada banyak rintangan dan godaan mengiringi proses pemberian ASI.

Di awal kelahiran Una, semua orang merasakan begitu besar kebahagiaan. Tak hanya aku dan Mas Swami, seluruh keluarga besar serta kawan dan sahabat turut merasakan bahagia juga. Mungkin karena memang Una cucu pertama dari 2 keluarga.

Di 2hari pertama kelahirannya, Una hampir tak pernah tidur tenang. Hanya dalam kurun waktu 30menit – 1jam, selalu menangis. Sementara ASI belum banyak keluar. Dan akhirnya keluarlah saran-saran orang sekitar untuk memberikan susu formula.

Semakin tangis Una menjadi, semakin keras suara saran itu menggema. Dan sukses membuatku semakin stress juga. Ingin rasanya menangis, karena serasa aku tak berdaya dengan tekanan sekitar. Hampir goyah, segala bekal ilmu yang sebelumnya telah mengendap rasanya menguap karena babyblues yang melanda. Alhamdulillah dukungan Mas Swami tak pernah henti, sehingga diriku mampu terus berusaha untuk berpikir positif (tentunya agar ASIku pun lancar). 

Setelah ASI lancar, mulailah masalah puting lecet mendera. Selalu nyeri hebat ketika awal menyusui, selalu perih serasa teriris ketika hisapan pertama Una. Bahkan hasil perah ASIP berwarna pink karena bercampur darah. Sempat awang-awangen menyusui, namun memang justru solusi terbaik adalah sesering mungkin menyusui karena ASI sendiri mengandung antiseptik dengan begitu puting akan sering terlapisi ASI. Tak jarang menyusui sambil berlinang air mata. Alhamdulillah pun akhirnya setelah 2-3minggu tak pernah lagi ada rasa perih.

Alhamdulillah, ASI exklusif telah terlaksana. 6 bulan pertama yang hanya ASI saja terpenuhi semua kebutuhan harian Una. Sekarang dan hingga nanti, semoga akan terus bisa menyusui hingga Una 2tahun. Amin.. 
NB : awang-awangen = malas, enggan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s