Motherhood

image

Saya suka sekali dengan quote di gambar itu. Gambar tersebut saya dapat dari foto bbm salah seorang teman dari suami saya.. makasih ya mbak Itha boleh copas gambarnya..

Seringkali terdengar adanya “perbandingan” antara satu ibu dengan lainnya. Working mom vs stay at home mom, SC vs spontan per vaginam, ASI vs sufor, pospak vs popok kain, dan banyak lain yang mungkin bisa di “versus”kan.

Rasanya ibu yang baik adalah yang mengasuh anaknya dengan baik & bahagia, menurut versinya sendiri dan tanpa membandingkan diri, pun anaknya, dengan orang lain.

Menjadi ibu yang bahagia itu penuh tantangan dan godaan memang. Melihat ibu lain posting foto ASIP sekulkas penuh sementara di sisi lain ada ibu yang kejar tayang atau bahkan sulit baginya untuk menyisihkan sedikit ASI untuk disimpan, seperti itu akan bikin stress secara tidak sengaja. Melihat ibu yang bisa mengasuh sendiri anak-anaknya, sementara sebagian kita dengan terpaksa menitipkan buah hati, itu akan membuat tekanan tersendiri. Mendengar beberapa anak dari ibu berkembang baik dengan BB yang menggiurkan, tapi tidak dengan beberapa yang lain.

Ya.. tiap kondisi ibu memang berbeda. Situasi dan lingkungan pun tidak selalu sama. Pun dengan tumbuh kembang anak-anak kita. Maka menjadi ibu yang bahagia dengan versinya sendiri itu penting, sepenting pula membiarkan anak kita tumbuh dan berkembang dengan dirinya sendiri. Tak perlu penghakiman orang lain, tanpa membandingkan dengan yang lain..

Berbahagialah, karena Anda pasti akan menjadi ibu terbaik bagi anak-anak Anda, bukan anak-anak orang lain. Pun anak-anak Anda adalah yang anak-anak terbaik bagi Anda, bukan ibu yang lain..

Every mom has her own batle..
Every children has their own playground..

malam 7Ramadhan, memandang lelapnya Una di hening malam-

Iklan

Friendzone

image

Mungkin antara judul dan gambarnya nggak nyambung ya… hehehe…
Sedikit teringat masa beberapa waktu lalu, flashback kisah antara aku dan Mas Swami..

Terkadang tak jarang diantara persahabatan, karena seringnya berorganisasi atau bersosialisasi, muncul adanya sesuatu yang lebih dari rasa kepada teman aatau sahabat. Perasaan yang lebih dari sekedar profesionalitas dalam organisasi.

Tak jadi soal bila kita bisa memanage perasaan tersebut, namun sering pula beberapa kawan kita akhirnya terjebak dalam friendzone yang mana mereka bertahan sebagai teman karena tak ingin ada profesionalitas atau persahabatan yang tercerai berai, namun ada perasaan yang tertuang.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian.
Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan

-Mencintai Sejantan Ali, Salim A. Fillah-

Ya.. Khususnya pria, ketika ada sebuah perasaan lebih dan diri telah dirasa mampu untuk menggenapkan separuh agama. Maka segeralah maju mengambil kesempatan, entah apa dan bagaimana hasilnya..
Ajak segera membangun Rumah di Tangga menuju surga…

Namun ketika diri merasa belum mampu, berikan kesempatan tersebut pada mereka yang telah mampu.
Karena jika belum kau temukan jodoh, itu berarti karena Allah telah menyiapkan di waktu dan mungkin belahan bumi yang lain.
Tak perlu kau menggantungkannya, memintanya menanti kehadiranmu. Karena Jodoh pasti bertemu (hmm.. jadi lagunya Afghan deh…)

Dan Mas Swami saat itu pada akhirnya mengambil kesempatan setelah sebelumnya memberikan kesempatan pada 2 orang sahabatnya.. Kesempatan mengajakku untuk menuju Jannah NYA-

almost midnight, sembari memandangimu lekat-lekat disampingku-

Pilih yang mana??

image

Beberapa hari lalu, dirumah kedatangan sepupu yang memang berniat menginap karena akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Tesnya baru terlaksana beberapa hari lalu (9/6).

Teringat masa 8 tahun lalu (duuh berasa tuaa ^_^) ketika aku pun galau mau dibawa kemana nasibku inii.. uwouwouwo.. #eh salah fokus
Memang seringkali kebingungan melanda para siswa yang baru saja lulus suatu tahapan pendidikan untuk memilih kemana diri akan dibawa.

Khusus yang akan kuliah, pasti lebih akan merasa bingung. Dulu sempat terfikir apakah akan bisa melalui seleksi masuk perguruan tinggi.
Memang kalau boleh dibilang pilihan awal adalah idealis, untuk kemudian pilihannya lebih realistis.

kita memang bisa memilih & tentunya berkewajiban berusaha. Dan hasil itu kehendak Allah. Bagaimanapun hasilnya. Dan rencana Allah pasti indah untuk kita. Maka apapun hasilnya tetep harus semangat & keep fight yaa..
Semangat untuk semua para calon peserta didik maupun mahasiswa baru…

3 Magical Words

image

Kata pelengkap yang mampu mengubah penafsiran

Kemarin ketika aku berangkat menuju tempatku berkarya, tak sengaja aku berada di belakang sebuah mobil yang dengan mudahnya bisa diketahui bahwa pengendaranya masih dalam proses belajar mengemudi.

Maaf, belajar.. 🙂

Tulisan tersebut terpampang di kaca belakang mobil itu. Entah kenapa aku tersenyum tiba-tiba. Tak seperti biasanya ketika aku berkendara di belakang mobil dengan pengendaranya yang masih sedang belajar. Memang, hanya sebuah kertas seukuran A4 dengan tulisan tangan yang dibuat agak besar (sayang tak ada kesempatan motret karena lagi naik motor di belakang mobil itu).

Baca lebih lanjut

Silence

image

Hening

S : (dengan bahasa isyarat tangan dan gerakan bibir) “sudah dengar adzan?”
Me : ” Sudah..”
S : (kembali dengan isyarat gerakan) “terima kasih..”
Me : “sama-sama” (kutambahkan isyarat gerakan tanganku

Percakapan seperti itu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, hampir di setiap hari kerjaku. Ya, mereka memang bertanya akan apa yang tak mereka ketahui, hal yang berada di luar kemampuan mereka. Mendengar dan berkata…

Dulu setiap kali melihat orang-orang luar biasa ini, aku selalu tertegun. Bagaimana mereka bisa menjalani hidup, menikmati merdunya suara alam ciptaan Allah, mendengar kicauan burung di pagi hari.. Dan mendengar anak-anak mereka nantinya memanggil “Ibu” & “Ayah”… Dan aku entah kenapa, telah dapat melakukan gerakan isyarat tangan untuk melafalkan huruf sejak SMA..

image

Isyarat tangan untuk melafalkan huruf

Yaa.. sudah hampir 3 tahun ini, aku bekerja di sebuah industri farmasi yang kebetulan memperkaryakan
orang-orang luar biasa ini. Orang berkebutuhan khusus yang dengan luar biasa dapat melakukan segala kegiatan layaknya teman normal mereka, sepertiku.
Mereka, dengan keterbatasannya, tetap dapat hidup bermasyarakat dengan begitu nyaman. Tanpa ragu, tanpa takut. Tanpa batasan tembok penghadang atau jurang membentang.
Mereka, tetap dapat membentuk keluarga kecil bahagia, dengan anak yang sehat jiwa raga tanpa kurang satu apapun. Tetap seperti keluarga lain dengan segala aktivitas mereka..

Bersama mereka, membuatku memandang dengan cara lain. Mungkin bagiku menyenangkan adalah bisa bekerja sesuai passion, bagi mereka cukup dengan bisa bekerja bersama dan diterima di tengah masyarakat. Mungkin bagi para ibupada umumnya, akan menyenangkan mendengar ocehan balitanya. Namun bagi mereka, seulas senyum dan bahasa bibir menyebut kata “ibu” sudah sangat membahagiakan hati. Bagi remaja umumnya, karaoke bersama adalah sebuah kesenangan. Bagi remaja luar biasa seperti mereka, bisa memahami jalan cerita sebuah film sudahlah cukup…

Aku bersyukur, dilahirkan dengan kesempurnaan wujud manusia..
Bersyukur Allah tempatkan pada lingkungan yang banyak memberi pembelajaran
Bersyukur Allah perkenalkan dengan manusia luar biasa yang dengan segala keterbatasannya mampu berjalan tegak menatap dunia
Dan adalah kewajiban bagi kita semua untuk terus beribadah dengan segenap kemampuan yang kita miliki… Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya…

Wallahu’alam bishowab..

Terinspirasi dari kerjasama apik dengan orang-orang luar biasa

Mood Status

image

Ekspresi kita

Seringkali kita dihadapkan dengan berbagai macam karakter individu di sekitar kita. Banyak memang yang dengan mudahnya kita bisa beradaptasi dan membaur dengannya. Namun tak jarang gap yang ada terlalu lebar sehingga rasanya sulit memahami apa yang mereka inginkan.

Ya… Ketika kita berhadapan dengan individu yang bisa dibilang kontra, yang sering muncul adalah rasa emosi jiwa. Perasaan emosi jiwa yang kadang bisa meluap-luap. Perasaan yang membuncah seperti magma yang siap meluber. Rasa marah yang sampai ke ubun-ubun.

Perasaan seperti itu memang  fitrah adanya, namun bagaimana kita menyikapinya akan membuat perberbedaan. Karena terkadang ketika marah, kita tanpa sadar bersikap sesuatu dengan spontan.Ya, bagaimana kita bersikap disaat marah that’s your real character.

Rasulullah SAW pun pernah mengajarkan bagaimana cara kita menyikapi rasa amarah yang membuncah, bukan dengan melampiaskan namun dengan berwudhu. Ya, karena kemarahan berasal dari syaithon yang terbentuk dari panasnya bara api, maka seharusnya bisa dilawan dengan dinginnya air.

Dari Abu Wail Al-Qaashsh, ia berkata, “Saya pernah datang kepada ‘Urwah bin Muhammad As-Sa’diy, lalu ada seorang laki-laki yang berbicara kepadanya yang membuatnya marah, maka ia bangkit lalu berwudlu. (Setelah berwudlu)kemudian ia berkata : Ayahku mencerita-kan kepadaku dari kakekku yaitu ‘Athiyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari syetan dan sesungguhnya syetan itu diciptakan dari api, dan hanyasanya api itu dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang diantara kalian marah hendaklah ia berwudlu”. [HR. Abu Dawud]

Dan salah satu cara lain adalah merubah posisi kita lebih rendah. Orang dengan tingkat emosi tinggi seringkali bangkit dari tempat duduk untuk marah. Maka kembalilah ke tempat duduk untuk merasa lebih tenang.

Dari Abu Dzarr, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, niscaya akan hilang marahnya. Dan jika belum hilang marahnya, maka hendaklah ia berbaring (tiduran)”. [HR. Abu Dawud]

Pastinya, sering meminta perlindungan Allah adalah jalan terbaik agar dijauhkan dari godaan syaithon..
A’udzubillahi minas syaithonirrojim
Dan Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan perlindungannya kepada kita semua… Aamiin…

Wallahu’alam bishowab

renungan pagi, refleksi diri sehari kemarin-

Kapan Nikah?

image

Broken heart

Jumat kemarin (6/2) tanpa sengaja melihat tayangan Kick Andy Show.
Tema kali ini adalah tentang wanita usia diatas 30 yang telah menggapai semua kesuksesannya, namun masih belum menikah. Yang dilanjutkan tentang ulasan film “Kapan Kawin?

Sedikit tergelitik dengan tema ini,karena seakan membuatku melihat diriku dan keadaan sekitar.

Memang, di kalangan masyarakat umum (contohnya di lingkungan sekitarku) telah terpatok bahwa wanita seeloknya segera menikah. Paling tidak di usia 20-30 tahun. Akan ada sebutan telat menikah ketika wanita telah berusia diatas 30 tahun namun belum berpasangan, atau terlalu cepat jika sebelum 20tahun telah menikah. Pun aku merasakan adanya sedikit pertanyaan “kapan nikah?” Ketika adik sepupu yang berusia 2tahun lebih muda telah menikah.

Tak banyak memang yang bisa menikah sesuai dengan target pribadinya, karena kita tak pernah tau kapan jodoh akan datang.
Mungkin aku salah satu yang beruntung karena bisa menikah sesuai dengan target yaitu maksimal 25 tahun (aku menikah 2 bulan sebelum ulang tahun ke 25) serta telah menyelesaikan study apoteker dan telah bekerja di sebuah industri farmasi.

image

Jodoh itu rahasia Allah

Karena jodoh kita telah disiapkan oleh Allah, maka tak perlu risau jika belum bertemu dengan jodoh. Allah lebih tau kapan waktu terbaik mempertemukan kita dengan jodoh kita. Nikah bukan lomba lari yang siapa cepat dia yang menang, atau reality show pnghuni terakhir yang menang yang terakhir bertahan. Maka tak ada istilah “telat menikah” atau “pernikahan dini”. Jodoh akan datang pada waktu-Nya, bukan pada waktu yang kita inginkan.

Yang perlu kita lakukan adalah terus mempersiapkan diri bertemu jodoh, memperbaiki diri hingga waktu-Nya tiba…
Semua akan indah dan datang pada waktu-Nya…

-Lamongan, di siang hari  dengan rintik hujan-

Everything happens for a reason

image

Allah knows the best

Pada setiap desahan nafas yang kau hembuskan, terdapat takdir Allah yang telah ditetapkan
-Al Hikam : Ibn Atha’illah-

Yaa… menilik dari beberapa kejadian di sekitar. Dan tentunya dari apa yang kualami sendiri…

Hidup kita berjalan, dengan berbagai peristiwa yang mewarnainya. Ada bahagia, sedih, tawa, maupun tangis.
Ketika kebahagiaan datang, dengan senang hati kita menerima kenyataan bahwa hidup berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan..

Namun ketika kesedihan dan tangis yang datang, tak jarang yang keluar adalah “kenapa ini terjadi?”
Ya.. sebuah penyangkalan yang mempertanyakan alasan terjadinya.
Mungkin tanpa kita sadari, ada rasa kecewa, marah atau kalut dalam diri dan hati atas apa yang terjadi..

Karena dalam setiap desahan nafas terdapat takdir Allah yang telah ditetapkan, maka tak perlulah kita terlalu risau akan apa yang terjadi. Tak ada yang lepas dari kehendak Allah, dari pengawasan Allah.
Memang, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika mereka tidak berusaha. Namun kembali Allah lah yang berkehendak.
Allah Sang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi makhluknya.

Everything happens for a reason
Percayalah, walau kadang kita tak akan pernah tau alasannya…
Percayalah, bahwa Allah lebih tau yang terbaik karena semua akan indah pada waktu-Nya..

Wallahu a’lam bishowab..

19:11, di rintik hujan dalam menanti Mas Swami-

Real Love

image

Sedikit terusik dengan beberapa kejadian di sekitar.
Tentang makhluk mars dan makhluk venus, yang pada dasarnya saling membutuhkan dan melengkapi namun terkadang masih sulit memahami satu sama lain.

Tiap individu memiliki cara masing-masing untuk mencintai pasangannya, dan cara paling ampuh untuk merasa dicintai adalah memahami bagaimana cara pasangan kita mencintai.
(berdasar pengalaman pribadi aja sih.. ^^)
Seringkali wanita (termasuk aku juga sih) menganggap bahwa dengan mengungkapkan ekspresi (termasuk pasang dp poto suami), update kabar (“lg dmn?”, “udh mkn blm?”, dst…) itu bentuk cinta. padahal kebanyakan pria merasa itu sesuatu yang ga penting.

Bagi beberapa pria (hmm… lebih tepatnya contohnya Mas Swami..), ga ada ceritanya update status cinta2an, upload foto berdua, pasang dp poto istri… sementara banyak wanita (tidak lain contohnya adalah saya) suka mengekspresikan perasaan lewat kata, foto, pasang dp suami, dan lainnya.
awalnya pasti merasa “njeglek” (apa ya bahasa indonesianya..), timpang ya… tapi begitulah adanya..
bagi wanita sepertiku, menunjukkan perasaan dengan cara mengungkapkannya dengan kata atau apapun itu adalah sesuatu yang dirasa perlu agar pasangan benar2 merasa dicintai. dan bagi pria seperti mas swami, setelah kupikir2, ketika mencintai seseorang maka seseorang itu hanya milikku, biarlah kunikmati sendiri tanpa perlu orang tau (semacam itu).
Dan sampai pada titik ini, dia tidak pernah melarangku berekspresi, dan aku tidak pernah memaksanya untuk mengekspresikan apapun..

Cemburu… orang bilang tanda cinta, memang bener sih.. tak ada yang bisa membuat wanita menjadi kejam selain cemburu.. tak ada yang bisa membuat pria menjadi berang selain cemburu.. dan pahamilah bagaimana pasangan merasa cemburu (kalo sudah tau pasangan lagi cemburu, tinggal keluarkan jurus terampuh anticemburu).

pada akhirnya semua itu SALING. berlaku sebagaimana kita ingin diperlakukan. sampai kapanpun pria dan wanita tak akan pernah benar2 memahami satu sama lain, tapi berusaha itu penting karena cinta itu kata kerja yang perlu diusahakan..
tanjakan, turunan, belokan, pasti ada… bagaimana kita tetap bisa melaju itu yang lebih penting.

cintai pasangan kalian, jika kalian mengeluh dan merasa kurang, salahkan diri kalian karena pasangan tidak lepas dari “selera” kita. Jangan pernah berhenti berkencan dengan pasangan, dan teruslah merasa jatuhcinta…

Pejuang Kehidupan

image

Mbah kacang

Mbah kacang… ya begitulah biasa aku menyebut beliau.
Seorang nenek yang berusia 70-80tahun, ya seusia nenekku sendiri yang kini menikmati masa tua dengan mengasuh cucunya…
tapi nenek tua itu tidak. dengan sekeranjang kacang rebus yang terikat sukuran genggaman,
beliau tetap setia menanti pembeli yang kalaupun ada mungkin karena kebetulan lewat di trotoar
tersebut.
ya… mbah kacang, yang walaupun hujan tetap selalu setia dengan dagangan kacangnya di trotoar
itu..
berjuang dengan segenap sisa tenaga yang dimiliki, berjuang untuk hidup, dengan tetap berusaha.
menghindarkan diri dari hinanya “meminta”.
karena baginya Allah tidak akan mengubah keadaan
jika dia tak berusaha…
mbah kacang (yang aku sendiri lupa untuk bertanya namanya)… hanya berharap agar kacangnya laku terjual, bukan mengharap uang belas kasihan…
bahkan tak segan memberikan “bonus” seikat lagi
kacangnya untukku…
Mbah kacang… semoga Allah limpahkan keluasan
rizki padamu… padamu yang tetap berjuang demi sesuap nasi, berjuang untuk tetap hidup tanpa
“meminta”

#trotoar depan kantor pajak sda

syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah
tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya

Yaah… tak ada salahnya membagikan sedikit rizki kita… karena bisa jadi dalam rizki kita ada pula rizki mereka…