Time with U

Kini

Tanpa sadar keluh terucap akan beratnya mataku menatap mentari karena di malam gelap kau tetap memintaku mengASIhimu

Suatu saat nanti

Aku akan merindukannya, merindu memelukmu erat sembari menatap bola matamu, sementara jemarimu tak henti bermain dengan bibirku ketika lidahmu terus membuat tetes demi tetes cairan surga perlahan hilangkan dahagamu

Kini

Terkadang keluhku akan rengekanmu untuk terus berada di timanganku, kesana kemari, hingga semua memuji tubuhku yang kembali ramping

Suatu saat nanti

Aku akan merindu suaramu yang manja memintaku agar terus menimangmu, dengan kepalamu yang tak lepas dari bahuku, dan tanganmu yang terus melingkari leherku

Kini

Terkadang emosiku tak tertahan ketika hasratku tuk berusaha agar sebutir nasi masuk ke dalan mulut mungilmu

Suatu saat nanti

Aku akan rindu, rindu ekspresi wajahmu ketika mengernyit merasakan makanan yang terasa asing bagimu

Kini

Terkadang keluhku tak tertahan ketika kau, di usiamu yang belum genap setahun, memintaku mengajakmu belajar berjalan

Suatu saat nanti

Aku akan merindukan memegang erat tanganmu ketika berjalan, karena mungkin kau telah pandai berlari mengejar apa yang dapat kau kejar

Kini

Kan kunikmati tiap detik waktuku denganmu, tiap kerlingan matamu, tiap langkah kakimu, tiap butir nasi yang berakhir di lambungku karena kau selalu menyisakannya untukku

Agar suatu saat nanti

Aku tak akan menyesal karena telah kunikmati tiap momen yang bisa kulalui denganmu, pun aku pun tak akan merebut peranmu sebagai ibu hanya karena haus akan kebersamaan denganmu kini
Love you Una

-Menikmati malam berdua, hanya berdua, denganmu Una-

Iklan

MengASIhi Una

Sejak mengetahui ada seorang makhluk yang tumbuh dan berkembang dalam rahimku, sudah tertanam niat untuk memberikan ASI eksklusif untuknya kelak setelah ia lahir ke dunia.

Dengan tekad dan idealisme seorang (calon) ibu muda kala itu, tak pernah terbayangkan akan ada banyak rintangan dan godaan mengiringi proses pemberian ASI.

Di awal kelahiran Una, semua orang merasakan begitu besar kebahagiaan. Tak hanya aku dan Mas Swami, seluruh keluarga besar serta kawan dan sahabat turut merasakan bahagia juga. Mungkin karena memang Una cucu pertama dari 2 keluarga.

Di 2hari pertama kelahirannya, Una hampir tak pernah tidur tenang. Hanya dalam kurun waktu 30menit – 1jam, selalu menangis. Sementara ASI belum banyak keluar. Dan akhirnya keluarlah saran-saran orang sekitar untuk memberikan susu formula.

Semakin tangis Una menjadi, semakin keras suara saran itu menggema. Dan sukses membuatku semakin stress juga. Ingin rasanya menangis, karena serasa aku tak berdaya dengan tekanan sekitar. Hampir goyah, segala bekal ilmu yang sebelumnya telah mengendap rasanya menguap karena babyblues yang melanda. Alhamdulillah dukungan Mas Swami tak pernah henti, sehingga diriku mampu terus berusaha untuk berpikir positif (tentunya agar ASIku pun lancar). 

Setelah ASI lancar, mulailah masalah puting lecet mendera. Selalu nyeri hebat ketika awal menyusui, selalu perih serasa teriris ketika hisapan pertama Una. Bahkan hasil perah ASIP berwarna pink karena bercampur darah. Sempat awang-awangen menyusui, namun memang justru solusi terbaik adalah sesering mungkin menyusui karena ASI sendiri mengandung antiseptik dengan begitu puting akan sering terlapisi ASI. Tak jarang menyusui sambil berlinang air mata. Alhamdulillah pun akhirnya setelah 2-3minggu tak pernah lagi ada rasa perih.

Alhamdulillah, ASI exklusif telah terlaksana. 6 bulan pertama yang hanya ASI saja terpenuhi semua kebutuhan harian Una. Sekarang dan hingga nanti, semoga akan terus bisa menyusui hingga Una 2tahun. Amin.. 
NB : awang-awangen = malas, enggan

Ramadhan ke 2

image

Ini Ramadhan ke 2 bersama Una..
Ya.. karena tahun lalu Una sudah pula ikut merasakan puasa bersama saya di dalam hangatnya rahim dalam usia 4-5 bulan. Dan kali ini, di Ramadhan ini, Una pada 6-7 bulannya ikut merasakan puasa karena saya kembali menjalani puasa.

Alhamdulillah Allah berikan saya kesempatan untuk menjalani puasa dalam keadaan hamil & menyusui. Sebenarnya ada ruksho (keringanan) bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa,namun tetap harus membayar hutang puasa tersebut.

Puasa Ramadhan adalah kewajiban, maka menurut saya wajib bagi saya untuk berpuasa walaupun hamil atau menyusui. Paling tidak wajib bagi saya untuk mencoba berpuasa. Nah ketika dirasa tidak kuat, atau mungkin kurang baik bagi kesehatan ibu atau bayi baik yang dikandung maupun disusui, barulah ruksho itu dikenakan. Karena mampu atau tidak untuk berpuasa baru diketahui setelah mencoba.

Dan memang, kondisi ibu hamil ataupun menyusui tidak akan pernah selalu sama. Bagi yang mampu berpuasalah, bagi yang tidak mampu maka berbukalah dan membayarnya di lain waktu.
Pun bagi kita bersama, tidaklah ibu hamil dan menyusui yang berpuasa berarti egois karena mementingkan diri sendiri tanpa mementingkan bayinya. Serta ibu hamil dan menyusui yang tidak berpuasa berarti manja. Bukan.. bukanlah begitu..

Karena itu semua kembali pada diri masing-masing, karena yang mengerti kemampuan diri sebenarnya hanyalah diri sendiri.. karena Islam itu mudah, memudahkan.. tidak sulit ataupun menyulitkan..

Wallahu’alam bishowab..

opini diri di pagi yang cerah menanti saat dimulainya aktifitas kerja, 18 Ramadhan-

Nb: Maaf gambarnya sepertinya ndak nyambung.. hehe (“,)

Motherhood

image

Saya suka sekali dengan quote di gambar itu. Gambar tersebut saya dapat dari foto bbm salah seorang teman dari suami saya.. makasih ya mbak Itha boleh copas gambarnya..

Seringkali terdengar adanya “perbandingan” antara satu ibu dengan lainnya. Working mom vs stay at home mom, SC vs spontan per vaginam, ASI vs sufor, pospak vs popok kain, dan banyak lain yang mungkin bisa di “versus”kan.

Rasanya ibu yang baik adalah yang mengasuh anaknya dengan baik & bahagia, menurut versinya sendiri dan tanpa membandingkan diri, pun anaknya, dengan orang lain.

Menjadi ibu yang bahagia itu penuh tantangan dan godaan memang. Melihat ibu lain posting foto ASIP sekulkas penuh sementara di sisi lain ada ibu yang kejar tayang atau bahkan sulit baginya untuk menyisihkan sedikit ASI untuk disimpan, seperti itu akan bikin stress secara tidak sengaja. Melihat ibu yang bisa mengasuh sendiri anak-anaknya, sementara sebagian kita dengan terpaksa menitipkan buah hati, itu akan membuat tekanan tersendiri. Mendengar beberapa anak dari ibu berkembang baik dengan BB yang menggiurkan, tapi tidak dengan beberapa yang lain.

Ya.. tiap kondisi ibu memang berbeda. Situasi dan lingkungan pun tidak selalu sama. Pun dengan tumbuh kembang anak-anak kita. Maka menjadi ibu yang bahagia dengan versinya sendiri itu penting, sepenting pula membiarkan anak kita tumbuh dan berkembang dengan dirinya sendiri. Tak perlu penghakiman orang lain, tanpa membandingkan dengan yang lain..

Berbahagialah, karena Anda pasti akan menjadi ibu terbaik bagi anak-anak Anda, bukan anak-anak orang lain. Pun anak-anak Anda adalah yang anak-anak terbaik bagi Anda, bukan ibu yang lain..

Every mom has her own batle..
Every children has their own playground..

malam 7Ramadhan, memandang lelapnya Una di hening malam-

My Babyblues Syndrome

image

Baby blues syndrome… ya.. awal aku mendengar cerita jelas tentang sindroma ini ketika salah seorang teman yang kebetulan sama-sama hamil bercerita panjang lebar.. dan ketika dia lebih dulu melahirkan, spontan dia berkata padaku “awas baby blues lho..”

Aku tidak pernah berfikir akan mengalami hal tersebut. Dan setelah mengalaminya, serta curhat seorang teman beberapa waktu yang lalu, aku ingin berbagi sedikit cerita..

Dulu yang aku pikir, baby blues itu hal yang bisa dikontrol dengan logika, bisa dicegah dan mudah diatasi. Tapi nyatanya tidak sepenuhnya benar. Sekuat tenaga aku berusaha mencegah, ternyata aku masih mengalaminya. Rasa ingin menangis tanpa alasan, rasa ingin hanya berdua dengan baby Una di saat justru banyak orang yang mengunjungi, rasa bersalah karena merasa tidak bisa menyusui dengan baik, tidak adanya “me time” (bahkan mandi & maaf bab serasa dikejar stopwatch), dan banyak hal.

Karena ada beberapa faktor yang diri ini tak bisa kontrol, seperti perubahan hormon & ritme harian (yang mau tak mau harus mengikuti makhluk kecil yang telah lama dinantikan kehadirannya), serta kehadiran sanak saudara yang ingin ikut dalam kebahagiaan kami.

Maka suami, ketika sepulang kerja istri kalian yang baru saja melahirkan tiba-tiba ingin dipeluk maka peluklah. Boleh jadi dia hanya ingin bersandar di pundak kalian merasakan bahwa dia tidak sendiri.
Ketika sepulang kerja istri kalian bercerita panjang x lebar x tinggi dari A-Z, maka dengarkanlah barang sejenak walaupun mungkin akan masuk telinga kanan keluar telinga kiri, boleh jadi seharian ini dia telah memendam beribu kata yang ingin dia ungkapkan.

Dan kami, wanita postpartum bukan sedang ingin bermanja, bukan pula acting. Karena ini alamiah. Dan kalau bisa memilih, maka tak akan ada yang mau mengalami baby blues. Kami ingin menikmati bahagianya kehadiran anggota keluarga baru..
Dan para suami, semoga senantiasa selalu bisa jadi sahabat terbaik dan partner hidup terhebat bagi istri kalian..

terinspirasi dari blok Mr Topan Pramukti di http://www.sujiwo.com/2016/04/kepada-para-suami-saya-mohon-bacalah.html?m=1

Ketika Menulis Mulai Menjadi Kebutuhan

image

Hobi menulis buatku bukan sekadar kebetulan atau kesenangan, melainkan sebuah kebutuhan.
Ya.. berawal dari ketidakmampuanku untuk mengungkapkan isi hati melalui bahasa lisan, mulailah aku menggunakan tulisan untuk meluapkan isi hati.

Berawal dari masa SMP ketika tak kutemui seseorang untuk bercerita, maka tanpa ragu kuambil pena & diary kesayanganku.. Ya.. aku ungkapkan semuanya.. dan setelahnya tak ada lagi beban.. plong..

Bahkan.. pernah sekali (mungkin lebih)  saat kuliah aku menyampaikan uneg-unegku pada ayah ibu melalui tulisan yang kuletakkan di kamarku sebelum aku berangkat menuju kost.. karena aku yakin saat itu tak akan mudah jika mengungkapkannya dengan bahasa lisan secara langsung..

Dan aku.. rasanya tak akan bisa berhenti menulis (a.k.a mengetik), walaupun sekarang baru akan bebas menulis ketika Una sudah terlelap dalam tidurnya.. hohoho
Dan memang insting menulis baru datang tengah malam begini.. dan rasanya sulit untuk ditahan tidak dicurahkan ketika telah sampai di ujung jari.. hahaha

almost midnight, sembari menemani Una merangkai mimpi-

Loving

image

Rasanya baru kemarin dengan cueknya aku membeli alat tes kehamilan dan menggunakannya di pagi buta (agar ibuku tak melihat)
Tapi sekarang kau telah ada di pangkuanku

Rasanya baru kemarin aku berjalan keluar rumah karena tak tahan bau dadar jagung yang digoreng
Tapi semalam aku mengendap ke dapur untuk memakan dadar jagung karena merasa lapar setelah menyusuimu di tengah malam

Rasanya baru kemarin bingung memilih posisi tidur karena kau terus bergerak dalam rahimku
Tapi sekarang aku harus menjaga posisi tidurku agar tak mengganggu tidurmu

Banyak cinta untukmu sayang.. dan akan selalu ada cinta yang tercurah padamu, walau waktu dan jarak terkadang tak terlalu bersahabat
Loving you as always, Una…

New Life-New Role

image

Ayatul Husna Afilia
Bayi mungil nan cantik yang datang ke dunia dengan berat badan 2,7kg (itu kenapa saya bilang mungil) dan panjang 50cm ini, pertama kali menghirup oksigen dunia pada 5 Desember 2015 pukul 17.40.

Ayatul Husna Afilia
Lahir tepat di usia kehamilan 41minggu, terlewat 1minggu dari perkiraan lahirnya. Dengan lama proses antara tanda akan adanya persalinan menuju kelahiranmu yang berlangsung 1minggu. Mungkin dia masih betah dengan kehangatan rahim. Tapi percayalah nak, di luar rahim ada banyak sekali kehangatan untukmu sayang..

Ayatul Husna Afilia
Nama yang pada akhirnya disematkan padamu, yang ditetapkan pada injury time sebelum aqiqah dilaksanakan. Semoga kau memang menjadi tanda-tanda kebaikan bagi siapapun yang berada di sekitarmu

Ayatul Husna Afilia
Mungkin kau akan bertanya kenapa nama itu yang tersemat padamu. Memang sedikit terinspiradi dari sebuah film yang ayah bunda tonton bersama teman-teman dikala belum ada “sesuatu” antara kami. Nama yang berarti tanda-tanda kebaikan. Dan pasti kau pun paham, arti kata Afilia..

Una
Mungkin nanti ketika kau trlah memiliki banyak teman, mulai sekolah, atau ikut dalam organisasi, mereka akan memanggilmu dengan sebutan Aya atau Husna. Karena nama depan biasanya akan selalu disebut. Tapi kami memanggilmu Una.. Mungkin banyak yang menganggap itu dari kata Husna, ya itu sebuah kebolehjadian memang. Una dalam bahasa latin berarti “satu”. Kau anak ke “satu”, dan kau adalah satu-satunya, karena memang tak akan ada individu yang benar-benar sama.

Dan kini.. dalam kehidupan baru keluarga kecil kami, dengan peran baru yang menyertainya, semoga Allah kan selalu membimbing dan melindungi keluarga kami..

Mas Swami, you’ll be the best father for Una. And remember, though she will find her own prince charming, you’ll be her best king forever..

Prince Charming

image

Prince & Princess

Ketika di masa kecil, sering kita berhayal tentang kisah cinta. Tentang bagaimana kita bertemu dengan sesosok pangeran yang dalam angan kita adalah pria sempurna dengan badan yang gagah lagi rupawan.
Hampir pun semua gadis kecil memiliki pandangan dan bayangan yang sama tentang si Prince Charming..

Dan seiring waktu berjalan, perlahan bayangan prince charming pun berubah. Ada yang menganggapnya sebagai sosok semacam artis dengan tampang cute, atau pun seseorang bertubuh atletis layaknya para atlet, dan bahkan ada yang sangat mengidolakan para “abdi negara dan pengayom masyarakat” untuk jadi prince charming nya suatu saat nanti…

Namun tak sedikit pula, yang mungkin beranggapan sepertiku, berharap prince charming yang datang adalah sesosok yang pria dengan pribadi mirip Sang Ayah..
Yeay… My Prince Charming… Sedari dulu aku berharap akan bertemu dengan seorang pria yang memiliki sifat seperti ayahku…

Alhamdulillah Allah pertemukan aku dengannya…
Dan bahkan ada pula yang mengira bahwa my Prince Charming ini yang malah anak ayahku, aku menantu ayahku… weleh-weleh…

And for you my Prince Charming…
I believe, someday when our little princess going to find her own prince charming…
You are still a king for her…

Friendzone

image

Mungkin antara judul dan gambarnya nggak nyambung ya… hehehe…
Sedikit teringat masa beberapa waktu lalu, flashback kisah antara aku dan Mas Swami..

Terkadang tak jarang diantara persahabatan, karena seringnya berorganisasi atau bersosialisasi, muncul adanya sesuatu yang lebih dari rasa kepada teman aatau sahabat. Perasaan yang lebih dari sekedar profesionalitas dalam organisasi.

Tak jadi soal bila kita bisa memanage perasaan tersebut, namun sering pula beberapa kawan kita akhirnya terjebak dalam friendzone yang mana mereka bertahan sebagai teman karena tak ingin ada profesionalitas atau persahabatan yang tercerai berai, namun ada perasaan yang tertuang.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian.
Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan

-Mencintai Sejantan Ali, Salim A. Fillah-

Ya.. Khususnya pria, ketika ada sebuah perasaan lebih dan diri telah dirasa mampu untuk menggenapkan separuh agama. Maka segeralah maju mengambil kesempatan, entah apa dan bagaimana hasilnya..
Ajak segera membangun Rumah di Tangga menuju surga…

Namun ketika diri merasa belum mampu, berikan kesempatan tersebut pada mereka yang telah mampu.
Karena jika belum kau temukan jodoh, itu berarti karena Allah telah menyiapkan di waktu dan mungkin belahan bumi yang lain.
Tak perlu kau menggantungkannya, memintanya menanti kehadiranmu. Karena Jodoh pasti bertemu (hmm.. jadi lagunya Afghan deh…)

Dan Mas Swami saat itu pada akhirnya mengambil kesempatan setelah sebelumnya memberikan kesempatan pada 2 orang sahabatnya.. Kesempatan mengajakku untuk menuju Jannah NYA-

almost midnight, sembari memandangimu lekat-lekat disampingku-