Doa

image

Ketika tak ada lagi bahu untuk bersandar, kan selalu ada sajadah untuk bersujud

Ketika pagi ini aku dengan isengnya membuka halaman facebook Mas Swami, ada satu tautan yang beberapa waktu lalu dibagikan olehnya. Mengena dan sedikit menggelitik kalbuku..
https://m2.facebook.com/story.php?story_fbid=10203710542789656&id=1400390462&lul&_rdr

Jangan sampai permintaanmu kaujadikan sebagai sebab pemberian sehingga kau kurang memahami-Nya. Namun jadikanlah permintaanmu sebagai sarana untuk menperlihatkab ‘ubudiyah dan untuk melaksanakan hak-hak rububiyah.
-Ibnu Atha’illah-

Seringkali tanpa disadari, banyak orang (termasuk diriku sendiri) memahami bahwa doa adalah sarana pemberian dari Allah. Padahal banyak hal yang Allah berikan tanpa didahului doa kita. Rasanya tak pernah kita berdoa meminta pada Allah untuk memanjangkan rambut, berdoa agar saluran cerna kita mengolah makanan, atau menciptakan oksigen untuk kita sehari-hari. Ya.. karena sebenarnya Allah telah lebih tau bagaimana kebutuhan kita akan terpenuhi, tanpa perlu kita meminta. Karena Allah yang telah pula menciptakan kebutuhan itu sendiri.

Doa adalah sarana penghambaan pada Allah, sarana komunikasi antara makhluk dan Sang Khaliq. Karenanya tidak serta merta ketika doa kita haturkan, maka seketika Allah akan mengabulkan. Memang, Allah menjanjikan pengabulan semua doa seperti ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu
-QS. Al-Mu’min [40] : 60-

Maka dalam hal pengabulan, adalah mutlaq kehendak Allah. Doa yang pengabulannya ditunda mungkin lebih baik daripada doa yang pengabulannya disegerakan, agar semakin bersungguh-sungguh kita dalam beribadah serta takut kepada Allah. Bisa jadi pun karena diri kita yang masih belum dapat menghilangkan keburukan di dalam diri.

Maka tetap teruslah kita berdoa, berkomunikasi kepada Allah, menghambakan diri pada Allah. Karena doa menjadikan kita sadar bahwa tak hanya tekad kuat kita yang mampu menjadikan sebuah hal terjadi namun ada kuasa Allah yang menentukannya. Dan semua akan indah pada waktu-Nya…

Jangan sampai tertundanya karunia Allah kepadamu, setelah kau mengulang-ulang doamu, membuatmu putus asa. Karena Dia menjamin pengabulan doa sesuai pilihan-Nya, bukan sesuai pilihanmu; pada waktu yang diinginkan-Nya, bukan pada waktu yang kau inginkan.
-Ibnu Atha’illah-

-almost dhuhur, ditemani langit mendung bergemuruh-