Perubahan

Satu hal yang tak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri

Satu hal yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri

-anonim-

Entah darimana sebenarnya saya pernah mendengar kalimat tersebut. Saya hanya ingat kata-kata ini pertama kali saya dengar saat galau skripsi masa kuliah. Saat dimana rasanya cobaan terberat adalah diperintah dosen pemilik proyek untuk mengulang semua praktikum penelitian yang telah saya lakukan SEPARUH perjalanan (padahal dosen pembimbing bilang itu sudah tak masalah). Rasanya seakan disambar petir, “aduh bisa ontime nggak ya lulusnya??”. Eh kok malah curhat masa lalu.

Perubahan pasti akan terjadi, dan mau tak mau kita harus bisa menyesuaikan diri. Seperti teori evolusi, dimana siapa yang tidak dapat menyesuaikan diri akan punah. Teringat sesi brainstorming kantor beberapa waktu lalu oleh seorang psikolog. Jika diumpamakan tujuan atau visi kita adalah keju, maka ketika keju kita habis kita harus bisa mencari tempat keju yang barum. Ketika tujuan tercapai, kita harus tetap memiliki tujuan lain untuk bisa terus maju dan bergerak.

Karena perubahan itu pasti. Tempat baru, orang baru, sistem baru, atau mungkin masalah baru. Maka buatlah diri kita bisa terbuka dan fleksibel dengan tetap dapat mengendalikan keadaan. Suatu hal baru pastinya terjadi untuk membuat kita lebih baik dan terus berkembang.

Pun perihal parenting, karena anak kita hidup di jaman now yang serba canggih, jauh berbeda dengan ketika kita kecil dulu. Seringkali saya dapat teguran karena pola asuh yang beda dari jaman dulu. Sering saya dibilang “biyen awakmu yo ngono gak opo2” (dulu kamu begitu tak apa). Macam pemberian ASIX, MPASI, susu formula, gadget.

Saya mengaku salah, membiarkan Una mengenal gadget (baik tv maupun channel youtube) di usianya yang terlalu belia (saat itu belum dua tahun). Jaman kita kecil mungkin hanya ada tv dengan film anak yang terbatas macam Doraemon (yang sampai sekarang masih ada, dan Nobita masih terus kelas V SD). Saya tidak mungkin langsung merampas ketika ada orang lain yang justru “mengiming-imingi” Una dengan gadget untuk menarik perhatiannya dan kemudian mau diajak atau dipangku. Maka saya mau tak mau harus ikut terjun, nyemplung, mendampingi dan ikut juga belajar apa yang dia tonton sambil terus berkomunikasi. Dengan begitu, saya bisa ikut bernyanyi dan bermain macam di chanel youtube yang Una tonton. Pada akhirnya kami menyanyi bersama tanpa buka youtube. Setidaknya dia bisa ganti menonton saya yang menyanyi dan bergaya macam di youtube tanpa harus membuka gadget. Akan lebih seru jika kami bisa menyanyi dan menari bersama.

Waktu memang tidak pernah berjalan mundur, dan jaman terus berubah. Kita pun harus terus mengikuti perubahan untuk dapat tetap bertahan melalui seleksi alam dan menguasai keadaan.

Iklan