Nugget Una

Pict from instastory @yulia6789

Beberapa waktu lalu saya share foto nugget yang saya buat untuk stok lauk frozen food Una. Ceritanya saya memang tidak selalu sempat tiap hari memasak, jadi saya suka bikin stok lauk atau cemilanyang bisa dimasukkan freezer dan tinggal goreng atau dihangatkan saat akan makan.

Baca : Trial (again)

Beberapa teman bertanya resep dari nugget yang ada di gambar.. Jadi saya bagikan saja disini.. Bagi yang inginmencoba, dapat disesuaikan selera masing-masing

BAHAN :

1. 500g daging ayam/udang/ikan

2. 2 lembar roti tawar yang dibasahi susu cair (kurang lebih 75ml)

3. 3 butir telur (1 untuk campuran adonan, 2 untuk pelapis luar nugget

4. Tepung terigu

5. 1 buah wortel diparut kecil

6. Tepung roti

BUMBU

1. 4 siung bawang putih

2. 2 siung bawang merah

3. Bawang bombay (bila ada)

4. Gula secukupnya (under 1y bs skip)

5. Garam secukupnya (under 1y bs skip)

6. Merica secukupnya (under 1y bs skip)

CARA PEMBUATAN :

1. Blender ayam/udang/ikan hingga halus (bisa gunakan food processor)

2. Masukkan roti tawar yg dibasahi susu cair, 1 butir telur, 2 sdm tepung terigu, ke dalam blender berisi ayam/udang/nugget

3. Goreng bawang putih, bawang merah (dan bawang bombay bila ada). Haluskan bersama gula, garam, merica secukupnya (sesuai selera)

4. Masukkan bumbu (3) serta wortel yang telah diparut ke dalam adonan nugget. Campur rata

5. Masukkan adonan ke dalam wadah, kukus selama 20menit. Setelah matang, keluarkan hingga suhu ruang.

6. Potong nugget sesuai selera. Baluri dengan tepung terigu-telur-tepung roti. Simpan dalam freezer. 

Nah… Jika ingin makan nugget, tinggal keluarkan dari freezer kemudian digoreng hingga kuning kecoklatan. Taraa… Nugget siap disantap…

di tengah hari cerah menanti bel untuk kembali beraktifitas-

Iklan

D’Rainbow

Rainbow… Pelangi… Berbagai warna itu menyatu menjadi putihnya persahabatan yang aku sendiri tak pernah tau bagaimana ini semua bermula… Dan aku masih mencoba merunut…

Ferry-Nami-Yulia

Kami bertiga dulunya sekolah di SMP yang sama, tapi tidak pernah sekelas. Bertemu di sekolah, iya memang. Berorganisasi bersama, bercanda bersama, sampai saling diam pun pernah.

Lepas dari SMP, kami masih di SMA yang sama (bosan?? Entah..). Kami masih saja bertemu di sekolah setiap harinya, belum lagi di kegiatan luar sekolah macam les. Mungkin takdir memang selalu mempertemukan kami.

Lepas SMA, kami menempuh jalan masing-masing. Tapi nyatanya masih saja takdir membuat kita tetap bisa bersua entah dimanapun itu. Ya, kami melanjutkan lagi kisah persahatan yang sempat terjeda jarak dan waktu.

Beberapa teman dari kami turut mewarnai persahabatan yang ada, datang dan pergi. Dan skuad kami pun menetap menjadi 5 orang.

Pandu – Ferry’s friend that also join us

Uma – sahabatku di kampus yang ternyata se frekuensi sama d’rainbow

5 orang, dengan latar belakang berbeda. Profesi dan asal tempat bisa saja sama, namub karakter kami berbeda. Dan kami maaih bisa menyatukan warna yang ada hingga pelangi itu indah mewarnai hidup.

Ferry-Uma-Yulia-Nami-Pandu (harap abaikan pria di tengah yang bukan geng tapi selalu ikutan poto)

Nikahan Pandu… ada yang udah tekdungdung

Dan aku baru sadar, aku hampir tak punya foto lengkap kami berlima. Mungkin sepertiny karena selalu ada yang jadi tukang jepret saat kami berkumpul. Atau bahkan tak ada foto bersama, karena kami terlalu sibuk membersamai waktu.

Nami’s wedding. Tuh kan pria batik blackwhite ikutan poto terus

Last but not least (Lagi-lagi ada yang selalu ikut poto)

Dan pada akhirnya kami semua telah menemukan belahan jiwa kami masing-masing. Namun itu semua bukan berarti pelangi tak lagi indah, karena sekarang warna itu bertambah. Semoga semua kan tetap selalu indah, bagai pelangi yang masih dan tetap akan indah setelah hujan. Dan semoga segera muncul little rainbow selanjutnya… Amin…

ASIP Itu Pun Turut Mengudara

Ketika mendapatkan pemberitahuan bahwa saya akan ikut trip ke Thailand, yang terpikir pertama kali adalah bagaimana Una?? Una (saat itu masih 12bulan) belum mau coba susu selain ASI/ASIP, apakah nanti ASIP yang ada cukup untuk Una? Bagaimana saya selama perjalanan bisa tetap mempertahankan produksi ASI? Apakah ketika kembali Una masih mau langsung menyusu ke gentongnya?? (Kayaknya banyak yang muncul ya, bukan pertama aja nih..)

Setelah perundingan dengan suami mencapai kesepakatan, maka diputuskan saya akan ikut berangkat dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Saya harus kembali memompa malam dan dini hari agar stok ketika saya berangkat cukup hingga saya kembali pulang (karena saat itu Una sama sekali menolak susu selain ASIP)

2. Saya akan memompa selama pergi untuk mempertahankan produksi ASI dan mencegah mastitis (kalau sampai mastitis dan meriang, ngetrip tidak lagi riang.. Hehe)

3. Sounding Una (dan pastinya diri sendiri) bahwa hanya 4 hari saya dan Una tidak bersama, setelahnya akan kembali berpelukaaaann dan pastinya nggentong lagi. Ini untuk meminimalisasi rewel ketika ditinggal.

Awalnya saya berniat memompa hanya untuk rutin mengosongkan PD. Tapi alangkah sayangnya jika ASIP harus dibuang. Alhasil setelah bertanya kesana kemari dan browsing sana sini, saya yang mulanya tidak yakin akan bisa membawa pulang ASIP jadi bersemangat untuk mencoba membawa ASIP ketika pulang bagaimanpun hasilnya.

Persiapan pun dimulai. Beberapa barang yang dibawa antara lain:

1. Pompa ASI. Saya bawa 1 pompa portable 1 pompa manual, 1 silicone pump untuk tandem.

2. Coolerbox & coolerbag. Saya bawa coolerbox untuk membawa pulang ASIP ke Indonesia. Coolerbag untuk saya gunakan menyimpan ASIP ketika aktivitas luar selama di Thailand.

3. Kantong ASIP & Spidol. Saya gunakan kantong karena lebih fleksible dan ringan dibandingkan dengan botolkaca. Spidol tentunya untuk msnuliskan identitas pada kantong ASIP.

4. Icepack/Icegel. Saya bawa 7 buah icegel

5. Apron menyusui. Agar bisa leluasa memompa dimanapun. Saya sempat sekali memompa di pesawat, sekali di bandara Soetta dan sekali di bandara Thailand ketika akan pulang.

6. Sterilizing tablet. Digunakan untuk sterilisasi alat pompa. Memudahkan agar tidak perlu merebus atau mengukus.

7. Tissue, tissue basah, hand sanitizer. Tidak selalu kita bisa menemukan tempat cuci tangan terlebih dahulu sebelum memompa.

Yang nggak boleh sampai ketinggalan

Awal berangkat coolerbox berisi 5 icegel saya masukkan ke dalam koper, karena ada batasan membawa cairan di kabin pesawat. Saya hanya membawa coolerbag berisi 2 icegel dan pompa ASI. Saya sempat sekali memompa ASI di bandara Soetta. Sempat lupa bilang bahwa isi coolerbag adalah ASIP dan pompa ASI, jadi saat di XRay diberhentikan dan diminta membuka coolerbag untuk di cek.

Ketika akan pulang ke Indonesia, seluruh ASIP hasil memompa saya masukkan ke dalam coolerbox beserta seluruh icegel. Tidak lupa saya beri tulisan “BREASTMILK”agar andai saya lupa bilang tidak perlu dapat banyak pertanyaan seperti saat berangkat. Saya sempat sekali memompa di bandara Thailand sebelum berangkat kembali menuju Jakarta.

Selama di Thailand, karena ada agenda pindah kota dan ganti hotel, maka saya memilih untuk tidak membekukan ASIP saya. ASIP saya masukkan kulkas kamar, ice gel saya titipkan freezer hotel. Baru di malam terakhir setiba di Jakarta, saya titipkan semuanya (ASIP & icegel) pada resepsionis hotel untuk diletakkan dalam freezer. Dengan pertimbangan saya bepergian tidak sampai 1 minggu (4h3m). Serta perjalanan pulang Jakarta-Surabaya yang tidak memakan waktu lama, sehingga kemungkinan ASIP beku mencair lebih kecil.

Udah mirip penjual es. Harus PD nenteng coolerbox isi ASIP

Antri check in, puku biru tetep eksis ga boleh ketinggalan.

Oleh-Oleh untuk Una

Ruang menyusui Don Mueang International Airport Thailand. Sempat memompa sekali disini

Sampai dirumah dengan selamat

MengASIhi memang tidak mudah, butuh support system yang kuat, tekad bulat, mental baja. Me time boleh, tapi hak anak atas ASI harus tetap terpenuhi. Semangat ASI… 9 months to S3…
-almost midnight, looking at your sweet face, Una-

Anak : Hak Prerogatif Sang Khaliq

Setiap orang yang menikah, disadari atau tidak pasti memiliki keinginan untuk memiliki keturunan. Siapapun itu, dimanapun berada. Entah kenapa dan darimana rumus bahwa “setelah menikah pasti segera punya keturunan, kalau tidak berarti ada masalah” ini muncul. Bahwa tiap orang yang menikah harus punya anak, bahwa sebelum punya anak berarti tidak bahagia.

Mindset yang ada di masyarakat selama ini masih mengedepankan hal tersebut. Maka tidak heran jika masih banyak komentar bernada miring jika terlihat pasangan yang belum dikaruniai keturunan.

Saya sempat merasakan “ditodong” pertanyaan “kok belum hamil?”, “udah isi belum?”, “kenapa ditunda?” (Padahal sama sekali nggak nunda), dan pertanyaan lain sejenis yang mungkin semua orang sudah hafal di luar kepala.

Dan sejujurnya, ditodong pertanyaan semacam itu rasanya tidak nyaman. Seakan hal tersebut murni karena andil dari saya dan suami, seakan mereka lupa bahwa semua yang terjadi bukankah telah ditulis di Lauhul Mahfudz? Bukankah semua hal terjadi atas kehendak Allah?

Baca : Takdir : Biarlah Menjadi Urusan Allah

Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.

QS Asy-Syura 49-50

Bahwa semua hal terjadi atas kehendak Allah, ya, apapun itu. Bahkan sekuat apapun kita berusaha, jika Allah tak berkehendak maka takkan terjadi.

Baca : Everything Happens for a Reason

Oleh karena itu, maka jangan heran jika ada yang bertanya pada saya “si A sudah isi belum?”, “si B kok belum hamil apa ditunda ya?”, dan saya menjawab dengan “tidak tahu”. Karena saya pernah merasa ditanya seperti itu rasanya tidak nyaman, jadi saya nggak pernah bertanya seperti itu pada pasangan baru. Toh jika pun sudah hamil pasti akan terlihat, atau tanpa diminta mereka akan bercerita.

Maka janganlah turut mencampuri apa yang telah menjadi hak prerogatif Allah. Karena Allah, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, lebi tahu apa yang terbaik bagi makhluknya.

-terinspirasi dari tulisan tentang tema yang sama di  http://www.dianonasis.com/2015/06/anak-itu-hak-allah.html?m=1

Scrapframe 

Scrapframe minimalis dengan bahan sederhana

Ketika kita bicara scrapframe, yang terbayang adalah sebuah frame dengan isi didalmnya berisi berbagai foto dan hiasan di dalamnya. Kita bisa membuat scrapframe sendiri dengan sederhana, dan bahan yang mudah ditemukan di dalam rumah.

Ini scrapframe yang saya buat untuk Una. Bahan yang digunakan tidak banyak. Sebaiknya ketika kita ingin membuat scrapframe sendiri, kita sudah menentukan konsep terlebih dahulu. Jadi tidak akan bingung di tengah jalan.

Kembali ke scrapframe yang saya buat untuk Una. Scrapframe simple dengan bahan sederhana. Alat dan bahan ini kebetulan ada dirumah (kecuali frame memang saya beli), antara lain:

  1. Frame (itu harus kerena bukan scrapframe kalau nggak ada frame nya)
  2. Kertas kado untuk background (pilihlah dengan motif yang sesuai konsep awal)
  3. Kertas lipat/kertas origami aneka warna/motif
  4. Foto yang akan dijadikan isi scrapframe
  5. Sterofoam (saya gunakan untuk efek timbul di beberapa bagian)
  6. Lem untuk sterofoam
  7. Tali dan penjepit foto (bisa beli di toko atk/toko buku semacam gramedia)
  8. Pines warna warni📌
  9. Pita kain
  10. Stiker tempel
  11. Double tape, lem tembak
  12. Alat : gunting, cutter, penggaris, pensil, spidol dkk✂📏

Setelah saya siapkan seluruhnya, maka dimulailah kegiatan ini

  1. Menempelkan kertas kado ke untuk me jadi background frame
  2. Menata seluruh item sesuai dengan rencana konsep awal, dan menyesuaikan beberapa hal hingga dirasa pas dan siap di tempel/dipasang
  3. Menempel dan menggantung seluruh item yang ada, serta merapikan sudut-sudut yang dirasa kurang pas (untuk foto yang digantung, pines saya tancapkan pada sterofoam hingga sedikit menembus ke bagian background)
  4. Memasang kembali frame ke bentuk semula

Sebenarnya niatan saya membuat scrapframe ini ada sejak Una lahir, dengan isi foto newborn Una beserta segala informasi kelahirannya. Tapi baru bisa terlaksana justru di usia Una menjelang 1 tahun. Lumayan, anggap saja hadiah kecik untuk ulang tahun Una.

Semoga berikutnya bisa kembali msncoba membuat scrapframe yang lebih baik lagi.. Aamiin..🙏

almost midnight, selepas pompa malam sesi terakhir 😉-

1 Untuk Una

5 Desember 2015…

Adalah saat pertama kali mendengar tangisanmu bersamaan dengan adzan maghrib saat itu. Setelah secukupnya dibersihkan, langsung kau bersiap menggeliat di dada Mama. Jemarimu meraba pelan sekitar, mencari mata air surga yang disiapkan untukmu. Dan kau mulai belajar menikmati tetes demi tetes yang entah Mama pun tak tau seberapa banyak. Ah.. masa itu.. masih terfikir bagaimana Allah telah mengajarimu bertahan hidup sedemikian indahnya.
Una…

Hari ini usiamu genap 1tahun. Alhamdulillah telah mencapai S2 ASI. Ini berkat banyak support juga sayang, termasuk teman sekerja Mama (terima kasih banyak). Dan supporter utama yaitu Papa Una, yang telah sejak awal sangat membantu melancarkan ASI (termasuk mengajak jalan-jalan ketika Mama mulai dirasa berubah jadi monster cantik.. haha). Semoga kelak kita bisa sama-sama mencapai S3 ASI mu ya…

Una…

Mungkin hari ini ada banyak hadiah untukmu, tapi Mama tsk memberikanmu hadiah. Jikalau bisa disebut hadiah, Allah berikan hadiah melalui Mama berupa ASI yang terus cukup untukmu. Yang dengan itu Mama bisa penuhi hakmu akan ASI, yang semoga menjadikanmu individu yang sehat, kuat dan tangguh. Karena tiap anak yang dilahirkan berhak atas ASI.

Una…

Terima kasih, setahun ini kau mengajarkan kami bagaimana menjadi orang tua. Tidur tanpamu, maka nyenyak pun tak ada, pergi kencan tanpamu pikiran pun tak nyaman. Karena kau sudah jadi bagian diri kami. Banyak hal yang kami pelajari, terutama sabar. Belajar bagaimana menjadi contoh yang baik untukmu. Belajar berperilaku.

Una…

Bersama kita tempuh perjalanan menuju S3 ASI mu sayang. Tak akan bosan Mama memelukmu, tak akan lelah Mama mendekapmu di tiap malam. Karena Mama tahu, akan ada saatnya kau tumbuh mendewasa dan harus di lepas suatu saat nanti. Dan saat ini, tak akan Mama lewatkan tiap pelukan dan dekapanmu sayang.

Una…

Semoga kau akan selalu ingat Allah dan Rasulullah Muhammad. Semoga kelak kau menjadi sebaik-baik insan di dunia, bermanfaat bagu sesama.

Peluk & cium untukmu sayang

-MamaLia-

ASIP untuk Una

Sebagai working mom, keinginan untuk terus bisa memberikan tetes-tetes surga bernama ASI tetap membara. Dan caranya adalah memompa ASI dan menyimpannya untuk stok ASIP Una ketika saya bekerja.

Dimulailah pelajaran perah-memerah ketika Una berusia 1minggu. Kenapa 1minggu? Karena saat itu saya baru bisa membersihkan freezer dari penduduknya yaitu ikan dan daging. Dan mulailah rutinitas memompa menjadi sebuah kegiatan sehari-hari.

Pompa asi adalah hal terpenting yang harus saya bawa bekerja, karena tanpa itu rasanya proses perah memerah akan memakan banyak waktu. Kenapa tidak marmet? Karena untuk saya LDR baru tercapai lama ketika tangan telah lelah. Ketika sebelah mulai berasa LDR, baru sebelahnya marmet.

Menyusui adalah hak baik bagi ibu ataupun bayi. Dan kita, semestinya berjuang untuk memenuhi hak bayi kita, yaitu ASI selama 2tahun. Ketika ASI tak dapat cukup memenuhi, maka disarankan mencari donor ASI terlebih dahulu, barulah menggunakan susu formula.

Alhamdulillah, Una telah lulus S1 ASI, dan segers akan S2 ASI. Semoga bisa berlanjut S3.. Aamiin

Time with U

Kini

Tanpa sadar keluh terucap akan beratnya mataku menatap mentari karena di malam gelap kau tetap memintaku mengASIhimu

Suatu saat nanti

Aku akan merindukannya, merindu memelukmu erat sembari menatap bola matamu, sementara jemarimu tak henti bermain dengan bibirku ketika lidahmu terus membuat tetes demi tetes cairan surga perlahan hilangkan dahagamu

Kini

Terkadang keluhku akan rengekanmu untuk terus berada di timanganku, kesana kemari, hingga  semua memuji tubuhku yang kembali ramping

Suatu saat nanti

Aku akan merindu suaramu yang manja memintaku agar terus menimangmu, dengan kepalamu yang tak lepas dari bahuku, dan tanganmu yang terus melingkari leherku

Kini

Terkadang emosiku tak tertahan ketika hasratku tuk berusaha agar sebutir nasi masuk ke dalan mulut mungilmu

Suatu saat nanti

Aku akan rindu, rindu ekspresi wajahmu ketika mengernyit merasakan makanan yang terasa asing bagimu

Kini

Terkadang keluhku tak tertahan ketika kau, di usiamu yang belum genap setahun, memintaku mengajakmu belajar berjalan

Suatu saat nanti

Aku akan merindukan memegang erat tanganmu ketika berjalan, karena mungkin kau telah pandai berlari mengejar apa yang dapat kau kejar

Kini

Kan kunikmati tiap detik waktuku denganmu, tiap kerlingan matamu, tiap langkah kakimu, tiap butir nasi yang berakhir di lambungku karena kau selalu menyisakannya untukku

Agar suatu saat nanti

Aku tak akan menyesal karena telah kunikmati tiap momen yang bisa kulalui denganmu, pun aku pun tak akan merebut peranmu sebagai ibu hanya karena haus akan kebersamaan denganmu kini
Love you Una

-Menikmati malam berdua, hanya berdua, denganmu Una-

MengASIhi Una

Sejak mengetahui ada seorang makhluk yang tumbuh dan berkembang dalam rahimku, sudah tertanam niat untuk memberikan ASI eksklusif untuknya kelak setelah ia lahir ke dunia.

Dengan tekad dan idealisme seorang (calon) ibu muda kala itu, tak pernah terbayangkan akan ada banyak rintangan dan godaan mengiringi proses pemberian ASI.

Di awal kelahiran Una, semua orang merasakan begitu besar kebahagiaan. Tak hanya aku dan Mas Swami, seluruh keluarga besar serta kawan dan sahabat turut merasakan bahagia juga. Mungkin karena memang Una cucu pertama dari 2 keluarga.

Di 2hari pertama kelahirannya, Una hampir tak pernah tidur tenang. Hanya dalam kurun waktu 30menit – 1jam, selalu menangis. Sementara ASI belum banyak keluar. Dan akhirnya keluarlah saran-saran orang sekitar untuk memberikan susu formula.

Semakin tangis Una menjadi, semakin keras suara saran itu menggema. Dan sukses membuatku semakin stress juga. Ingin rasanya menangis, karena serasa aku tak berdaya dengan tekanan sekitar. Hampir goyah, segala bekal ilmu yang sebelumnya telah mengendap rasanya menguap karena babyblues yang melanda. Alhamdulillah dukungan Mas Swami tak pernah henti, sehingga diriku mampu terus berusaha untuk berpikir positif (tentunya agar ASIku pun lancar). 

Setelah ASI lancar, mulailah masalah puting lecet mendera. Selalu nyeri hebat ketika awal menyusui, selalu perih serasa teriris ketika hisapan pertama Una. Bahkan hasil perah ASIP berwarna pink karena bercampur darah. Sempat awang-awangen menyusui, namun memang justru solusi terbaik adalah sesering mungkin menyusui karena ASI sendiri mengandung antiseptik dengan begitu puting akan sering terlapisi ASI. Tak jarang menyusui sambil berlinang air mata. Alhamdulillah pun akhirnya setelah 2-3minggu tak pernah lagi ada rasa perih.

Alhamdulillah, ASI exklusif telah terlaksana. 6 bulan pertama yang hanya ASI saja terpenuhi semua kebutuhan harian Una. Sekarang dan hingga nanti, semoga akan terus bisa menyusui hingga Una 2tahun. Amin.. 
NB : awang-awangen = malas, enggan

Ramadhan ke 2

image

Ini Ramadhan ke 2 bersama Una..
Ya.. karena tahun lalu Una sudah pula ikut merasakan puasa bersama saya di dalam hangatnya rahim dalam usia 4-5 bulan. Dan kali ini, di Ramadhan ini, Una pada 6-7 bulannya ikut merasakan puasa karena saya kembali menjalani puasa.

Alhamdulillah Allah berikan saya kesempatan untuk menjalani puasa dalam keadaan hamil & menyusui. Sebenarnya ada ruksho (keringanan) bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa,namun tetap harus membayar hutang puasa tersebut.

Puasa Ramadhan adalah kewajiban, maka menurut saya wajib bagi saya untuk berpuasa walaupun hamil atau menyusui. Paling tidak wajib bagi saya untuk mencoba berpuasa. Nah ketika dirasa tidak kuat, atau mungkin kurang baik bagi kesehatan ibu atau bayi baik yang dikandung maupun disusui, barulah ruksho itu dikenakan. Karena mampu atau tidak untuk berpuasa baru diketahui setelah mencoba.

Dan memang, kondisi ibu hamil ataupun menyusui tidak akan pernah selalu sama. Bagi yang mampu berpuasalah, bagi yang tidak mampu maka berbukalah dan membayarnya di lain waktu.
Pun bagi kita bersama, tidaklah ibu hamil dan menyusui yang berpuasa berarti egois karena mementingkan diri sendiri tanpa mementingkan bayinya. Serta ibu hamil dan menyusui yang tidak berpuasa berarti manja. Bukan.. bukanlah begitu..

Karena itu semua kembali pada diri masing-masing, karena yang mengerti kemampuan diri sebenarnya hanyalah diri sendiri.. karena Islam itu mudah, memudahkan.. tidak sulit ataupun menyulitkan..

Wallahu’alam bishowab..

opini diri di pagi yang cerah menanti saat dimulainya aktifitas kerja, 18 Ramadhan-

Nb: Maaf gambarnya sepertinya ndak nyambung.. hehe (“,)